Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Adab Bertelepon Menurut Islam

‘’Manfaat telepon banyak sekali. Oleh karena itu, telepon adalah salah satu nikmat Allah yang harus disyukuri,’’ ujar Syekh Absul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam  Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah.  Menurutnya, tidaklah sempurna bersyukur melainkan dengan menggunakan nikmat itu dan bermuamalah dengannya menurut adab-adab Islam.

Syekh Sayyid Nada  pun menguraikan adab-abad yang perlu diperhatikan oleh seorang Muslim ketika berkomunikasi lewat telepon. ‘’Saya menyebut adab yang berkaitan dengan telepon ini seraya memohon pertolongan Allah SWT,’’ tutur ulama terkemuka itu. Ia membagi tiga adab berkaitan dengan telepon. Pertama, adab yang berkaitan dengan orang yang menghubungi. Kedua, adab orang yang menerima telepon dan ketiga, adab yang berkaitan dengan keduanya. Pada tulisan ini, akan diuraikan adab yang perlu diperhatikan oleh seorang Muslim ketika menghubungi orang lain lewat telepon:

Pertama, niat yang benar. Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya orang yang menghubungi melelaui telepon menghadirkan niat yang benar ketikaakan menghubungi orang lain. Sudah seharusnya, kata dia, seorang Muslim meniatkannya untuk mencari pahala. Jika yang dihubungi kedua orangtua, niatnya untuk berbakti. Saat akan menghubungi karib kerabat, niatkan untuk menyambung silaturahim.

Kedua, jangan menghubungi pada waktu-waktu yang tak pantas.  Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, menghubungi melalui telepon hampir sama dengan berkunjung, walaupun agak berbeda sedikit. ‘’Hendaklah tak menghubungi seseorang melalui telepon pada larut malam, pagi-pagi buta atau pada saat tidur siang, kecuali dalam keadaan darurat,’’ paparnya.

Ketiga, hendaknya tak melakukan panggilan lebih dari tiga kali. Menurut Syekh Sayyid Nada, bunyi dering telepon sama seperti bunyi ketukan pintu. Menurut sunah, kata dia, tak boleh mengetuk pintu lebih dari tiga kali. ‘’Maka orang yang menghubungi lewat telepon juga tidak boleh melakukannya lebih dari tiga kali.’’ Keempat, orang yang menghubungi hendaknya mengucapkan salam. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, orang yang menghubungi sama kedudukannya dengan orang yang mengetuk pintu. Maka, ucapkanlah salam ketika memulai pembicaraan.

Kelima, orang yang menghubungi hendaknya memperkenalkan diri. Sesungguhnya orang yang menghubungi, kata Syekh Sayyid Nada, sama seperti orang yang mengetuk pintu. Setelah itu, hendaknya orang yang menghubungi lewat telepon mengucap salam dan memperkenalkan diri. Sehingga, orang yang menerima panggilan bisa mengenalinya.

Keenam, tak memperpanjang pembicaraan tanpa kepentingan. Ngobrol lewat telepon berlama-lama tanpa kepentingan yang jelas merupakan bentuk pemborosan dan menyia-nyiakan harta. Menurut Syekh Sayyid Nada, perbuatan seperti itu tidak diridhai Allah SWT.
Allah SWT berfirman, ‘’…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.’’ (QS. Al-Israa:26-27).

Ketujuh, tak menggunakan telepon terlalu lama tanpa kepentingan. Saat menggunakan telepon umum atau warung telekomunikasi hendaknya memperhatikan orang lain yang juga akan menggunakan fasilitas umum itu. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya akhlak seorang Muslim itu tidak egois serta tak merugikan orang lain.

Kedelapan, hendaklah orang yang menghubungi adalah orang yang mengakhiri panggilan. Ketika maksud dan tujuan pembicaraan telah tercapai, Syekh Sayyid Nada menyarankan agar orang yang menghubungi mengakhiri perbincangan. Yakni dengan cara yang baik seperti mengucapkan salam.  ‘’Sebab, kedudukan orang yang menghubungi sama seperti orang yang bertamu.’’

Kesembilan, meletakkan gagang telepon dengan lembut ketika menyudahi pembicaraan.Ketika pembicaraan telah selesai, maka setelah mengucap salam, si penelepon hendaknya meletakan gagang telepon dengan lembut. Meletakan gagang dengan keras bisa mengesankan kepada pihak lain bahwa si penelepon sedang marah

Sumber : republika.co.id

Pertengahan Tahun, Venus Transit Selama 7 Jam

VIVAnews - Pertengahan tahun ini, langit di Indonesia akan dihiasi oleh fenomemena alam bersiklus ratusan tahun. Fenomena ini dikenal dengan Transit Venus, yang terjadi saat Venus, Bumi dan Matahari berada dalam satu garis lurus perputaran.

Fenomena alam ini tidak akan membahayakan bagi mata, juga tidak menimbulkan dampak terhadap alam seperti pasang air laut.

“Ini tidak berbahaya karena mata telanjang tidak memungkinkan untuk melihat fenomena ini. Harus menggunakan alat seperti teleskop atau binokuler. Paling mudah dengan menggunakan film hitam yang ditempelkan dalam teleskop,” jelas Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin saat dimintai keterangan, Selasa, 3 Januari 2012.

Saat ditanya apakah fenomena ini akan berdampak pada alam, Thomas menjawab. “Cuaca dan langit akan biasa saja, karena ini sama halnya dengan gerhana biasa, Cuma ini yang menutupi matahari hanya bintik kecil Venus."

Venus akan melintasi piringan matahari selama kurang lebih 7 jam. Untuk wilayah Timur Indonesia, lanjutnya, akan dapat melihat transit ini lebih lama yakni mulai pukul 07.09 sampai 13.49 WIT.

Sedangkan wilayah Indonesia Barat kemungkinan tidak dapat melihat proses transit sepenuhnya, yang hanya dapat melihat dari pukul 05.09 sampai 11.49 WIB. “Wilayah Barat tidak kelihatan sepenuhnya, karena tidak mengikuti transit Venus sejak awal terjadi,” tambahnya.

Thomas mengatakan bahwa fenomena ini bersiklus 8 tahun dan 100 tahun. Transit Venus terakhir terjadi pada 8 Juni 2004, dan diperkirakan akan kembali terjadi pada 7 Juni 2012.


“Akan terjadi lagi kemungkinan 12 Desember 2117  dan 8 Desember 2125,” tambahnya. Dalam penjelasannya, sebelumnya Transit Venus telah lewat pada 9 Desember 1774, 6 Desember 1882. 

“Syarat untuk dapat melihat yakni cuaca harus terang, jika hujan atau tertutup awan, matahari tidak terlihat,” katanya. Untuk  7 Juni 2012, Thomas mengatakan kemungkinan cuaca cukup baik.

Vivanews.com

Selasa, 03 Januari 2012

Selamat Kepada Penerima Bantuan Beasiswa S2 Bagi guru Madrasah 2011

Pengumuman Penerima Bantuan Beasiswa S2 Untuk Guru Madrasah 2011
silahkan download lampiran KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR : DJ.I / 1772 /2011 berikut ini :
  1. Lampiran pertama
  2. Lampiran Kedua
  3. Lampiran Ketiga
  4. Surat Penetapan DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAMNOMOR : DJ.I / 1772 /2011 

Penduduk Kabupaten Bogor Melebihi Penduduk Provinsi

BOGOR (Pos Kota) – Hasil sensus penduduk 2010 lalu, jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai 4,7 juta jiwa. Angka ini cukup fantastis untuk ukuran sebuah kabupaten, bahkan melebihi sejumlah provinsi, seperti Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Jambi.
Mengatasi ledakan penduduk itu, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor menggeber Kampung Keluarga Berencana (KB). “Lewat kampung ini kita mendorong kesadaran warga ikut program KB sehingga laju pertumbuha penduduk dapat ditekan,” ujar Iman Rakiman, Sekretaris BPPKB Kabupaten Bogor, Jumat.
Hingga kini, lanjutnya dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, 11 diantaranya memiliki Kampung KB. Ke-11 keca­matan itu; Bojonggede, Dramaga, Leuwiliang, Ciampea, Ciawi, Cisarua, Cariu, Citeureup, Cigombong, Cijeruk, dan Caringin. “Ke depan kita targetkan, setiap kecamatan punya satu kampung KB sehingga mendorong warga desa di sekitarnya untuk meningkatkan kesadaran ikut KB,” paparnya.
Sedangkan syarat yang harsu dipenuhi untuk menjadi sebuah Kampung KB, lanjutnya, terdapat beberpa indikator yang harus dipenuhi serta struktur kelembagaan yang mendukung. “Seperti pengguna KB di atas rata-rata, DO (drop out-red.) rendah, dan usia kawin pertama wanitanya rendah,” jelasnya.
Camat Dramaga, Arom Rusmandar menjelaskan, di kecamatannya baru ada satu Kampung KB, yang terletak di Desa Cikarawang. Hingga kini, tercatat 76 persen dari pasangan usia subur (PUS) menjadi aksep­tor KB di Desa Cikarawang. “Jumlah PUS yang menjadi akseptor sudah di atas rata-rata di banding yang lain,” katanya. Kampung KB ini dilengkapi dengan sejumlah program. Diantaranya, Posyandu, Bina Keluar­ga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Remaja (BKR).

Sumber: Pos Kota Online - Jum'at, 01 April 2011 dan http://ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/bodebekjur/kabupaten-bogor/1343-hasil-sensus-penduduk-kab-bogor-47-juta-jiwa